Kampus sejatinya menjadi tempat terbaik untuk tumbuh, belajar, dan merajutmimpi. Namun, di balik itu, masih ada ruang sunyi yang rentan terhadap kekerasan, termasuk kekerasan seksual. Luka yang ditinggalkan bukan sekadar fisik, melainkan trauma psikis yang mampu merenggut rasa aman dan masa depan generasi muda. 


Menjawab tantangan tersebut, Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta hadir bersinergi dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui gelaran Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan di Lingkungan Perguruan Tinggi dengan tema “Membangun Relasi Sehat dan Aman di Dunia Kampus” di Gedung UNJ, Jakarta Timur, pada Selasa (23/06).


Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Dwi Oktavia, menyampaikan pesan mendalam bahwa perguruan tinggi harus menjadi ruang yang aman dan bebas dari kekerasan. Kekerasan seksual bukan hanya melukai fisik, tetapi juga mencederai masa depan. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen penuh untuk terus memperkuat ruang aman yang setara bagi seluruh masyarakat, khususnya para perempuan di lingkungan perguruan tinggi. 


Apresiasi tinggi disampaikan kepada Wakil Rektor II UNJ, Ari Saptono, serta para narasumber yang telah membagikan wawasan luar biasa dari aspek hukum, kepolisian, hingga pendampingan korban, yakni Kepala Divisi Riset, Komunikasi dan Informasi Satgas PPKS Universitas Negeri Jakarta, Ahmad Rifqy Ash Shiddiqy; Kasubdit 2 Direktorat reserse PPA dan PPO Polda Metro Jaya, AKBP Armayni; dan Tenaga Ahli Pemenuhan Hak Korban Pusat PPA Provinsi DKI Jakarta, Chairul Lutfi. 


Melalui sinergi lintas sektor ini, diharapkan dapat melahirkan solusi konkret dan memperkuat pelindungan bagi seluruh sivitas akademika. Karena kampus yang hebat adalah kampus yang aman untuk semua warganya.